Berhubung penulis bosan dan tidak ada kerjaan, jadi iseng iseng
mau nulis post ini.
Jujur,
ide untuk membuat tulisan ini didapatkan penulis saat penulis sedang
bercengkrama bersama gayung, sabun, kran air, dan peralatan peralatan mandi
lainnya di suatu tempat keramat yang menjadi idola orang orang untuk membuang
segala hajat secara harfiah, baik yang menyangkut lahiriyah, maupun batiniyah.
Kalian pastu tau kan nama tempat itu, readers? Bukan, bukan kakus, bukan
pula suatu tempat yang dipanggil “belakang” sama siswa siswa baik dari kalangan
bawah sampai atas (dari SD sampai Mahasiswa, maksudnya. Jangan galau dulu dong,
bro n sis L
), tapi tempat itu bernama BILIK TERMENUNG!!
Hah!?
BILIK TERMENUNG?
(sfx :
tepok tangan)
Apa bedanya
sama kakus, coba? Atau sama “belakang” ? ada nggak? Hayoh ngaku, ada nggak?
(sfx: ngaaak). Terus kenapa tadi bilang beda?
……
Oke,
itu garing, lebih garing dari ayam Kentucky yang dijual di turunan deket
halte di deket rumah penulis di Jakarta.
Saat penulis
tadi mandi, well, sebelum mandi juga udah mikirin sih, tapi untuk memperjelas
aja, penulis memikirkan beberapa judul artikel yang akan menjadi bahan tulisan
berikutnya, baik untuk iseng iseng nge-post di blog penulis, ataupun untuk memenuhi tugas
mata kuliah IBD. Tapi akhirnya, setelah melewatkan kegalauan bersiramkan air
dingin yang sejuk, akhirnya penulis memiilih untuk menulis tulisan yang insya
Allah akan dibawakan di sesi berikutnya (?).
Kalian
ingat band peterpan? Atau stinky? Atau Ada band? And the likes of it that was
famous at about 2008 and before. Kalau kalian masih ingat, berarti kalian bakal
bisa memahami apa maksud dari penulis menulis tulisan ini. Ya! Sebenarnya, apa
yang terjadi pada industri music Indonesia, yang menyebabkan hanya dalam tempo
beberapa tahun, anak anak muda mulai tidak menyukai, atau bahkan membenci music
music local!? Jujur, kalo mau diperhatiin lebih lanjut, tentang lirik, banyak
lagu Indonesia (sebelum tahun 2008) itu liriknya bener bener menyentuh hati. Ambil
contoh lagunya Padi yang berjudul Mahadewi yang akan ditulis sebagian kecil
dari keseluruhan liriknya yang indah.
hamparan langit maha sempurna
bertahta bintang-bintang angkasa
namun satu bintang yang berpijar
teruntai turun menyapa aku
ada tutur kata terucap
ada damai yang kurasakan
bila sinarnya sentuh wajahku
kepedihanku pun terhapuskan
See? Apakah lirik macam itu, kalah jauh sama lagu lagu di jaman
sekarang? Jaman yang industri music Indonesia dikalahkan oleh pengaruh pengaruh
music luar, khusunya music barat, dan music music dari Asia timur. Jujur aja,
secara subjektif, penulis lebih senang dengan lirik lagunya Padi. ._.
Kalo readers mau, boleh berhenti baca sampai disini J ga maksa kok, penulisnya hehe
Oke kita lanjut…
Memang, kalau music indo yang jadul dibandingkan music luar, ga
kalah bagus, bahkan mungkin lebih bagus. Tapi kalo kita liat music Indonesia sekarang,
mana? Kebanyakan liriknya membleh. Tau memble? Memble itu gemulai gitu
deh. Jadi kayak bikin lemah mental orang Indonesia. Makanya, jujur penulis ga
suka sama music Indonesia sekarang.
Tapi juga, jangan ngebenci music Indonesia. Faktanya, music Indonesia
itu bagus bagus, tapi bukan di jaman sekarang. Therefore, ayo dong, dengerin music
Indonesia, yang jadul jadul khususnya. Macam Ada band, Jikustik, Stinky,
Peterpan, and the likes of them. Kalian ga bakal nyesel. Penulis jamin 99,99… %
:3
Udah sih, sebenernya penulis mau nulis curhatan itu aja kok XD
soalnya, penulis bener bener kangen sama music Indonesia yang jadul, apalagi
sama SO7, Iwan Fals, Chrisye, Peterpan, de el el J
Thanks For
Reading. Please comment if you have any critics, suggestions, and/or advices. J
