Pages

10/17/2012

Curhat part sekian..


Berhubung penulis bosan dan tidak ada kerjaan, jadi iseng iseng mau nulis post ini.



Jujur, ide untuk membuat tulisan ini didapatkan penulis saat penulis sedang bercengkrama bersama gayung, sabun, kran air, dan peralatan peralatan mandi lainnya di suatu tempat keramat yang menjadi idola orang orang untuk membuang segala hajat secara harfiah, baik yang menyangkut lahiriyah, maupun batiniyah. Kalian pastu tau kan nama tempat itu, readers? Bukan, bukan kakus, bukan pula suatu tempat yang dipanggil “belakang” sama siswa siswa baik dari kalangan bawah sampai atas (dari SD sampai Mahasiswa, maksudnya. Jangan galau dulu dong, bro n sis L ), tapi tempat itu bernama BILIK TERMENUNG!!


Hah!?

 BILIK TERMENUNG?


(sfx : tepok tangan)

Apa bedanya sama kakus, coba? Atau sama “belakang” ? ada nggak? Hayoh ngaku, ada nggak? (sfx: ngaaak). Terus kenapa tadi bilang beda?

……

Oke, itu garing, lebih garing dari ayam Kentucky yang dijual di turunan deket halte  di deket rumah penulis di Jakarta.

Saat penulis tadi mandi, well, sebelum mandi juga udah mikirin sih, tapi untuk memperjelas aja, penulis memikirkan beberapa judul artikel yang akan menjadi bahan tulisan berikutnya, baik untuk iseng iseng nge-post­  di blog penulis, ataupun untuk memenuhi tugas mata kuliah IBD. Tapi akhirnya, setelah melewatkan kegalauan bersiramkan air dingin yang sejuk, akhirnya penulis memiilih untuk menulis tulisan yang insya Allah akan dibawakan di sesi berikutnya (?).

Kalian ingat band peterpan? Atau stinky? Atau Ada band? And the likes of it that was famous at about 2008 and before. Kalau kalian masih ingat, berarti kalian bakal bisa memahami apa maksud dari penulis menulis tulisan ini. Ya! Sebenarnya, apa yang terjadi pada industri music Indonesia, yang menyebabkan hanya dalam tempo beberapa tahun, anak anak muda mulai tidak menyukai, atau bahkan membenci music music local!? Jujur, kalo mau diperhatiin lebih lanjut, tentang lirik, banyak lagu Indonesia (sebelum tahun 2008) itu liriknya bener bener menyentuh hati. Ambil contoh lagunya Padi yang berjudul Mahadewi yang akan ditulis sebagian kecil dari keseluruhan liriknya yang indah.

hamparan langit maha sempurna
bertahta bintang-bintang angkasa
namun satu bintang yang berpijar
teruntai turun menyapa aku

ada tutur kata terucap
ada damai yang kurasakan
bila sinarnya sentuh wajahku
kepedihanku pun terhapuskan

See? Apakah lirik macam itu, kalah jauh sama lagu lagu di jaman sekarang? Jaman yang industri music Indonesia dikalahkan oleh pengaruh pengaruh music luar, khusunya music barat, dan music music dari Asia timur. Jujur aja, secara subjektif, penulis lebih senang dengan lirik lagunya Padi. ._.

Kalo readers mau, boleh berhenti baca sampai disini J ga maksa kok, penulisnya hehe

Oke kita lanjut…

Memang, kalau music indo yang jadul dibandingkan music luar, ga kalah bagus, bahkan mungkin lebih bagus. Tapi kalo kita liat music Indonesia sekarang, mana? Kebanyakan liriknya membleh. Tau memble? Memble itu gemulai gitu deh. Jadi kayak bikin lemah mental orang Indonesia. Makanya, jujur penulis ga suka sama music Indonesia sekarang.
Tapi juga, jangan ngebenci music Indonesia. Faktanya, music Indonesia itu bagus bagus, tapi bukan di jaman sekarang. Therefore, ayo dong, dengerin music Indonesia, yang jadul jadul khususnya. Macam Ada band, Jikustik, Stinky, Peterpan, and the likes of them. Kalian ga bakal nyesel. Penulis jamin 99,99… % :3

Udah sih, sebenernya penulis mau nulis curhatan itu aja kok XD soalnya, penulis bener bener kangen sama music Indonesia yang jadul, apalagi sama SO7, Iwan Fals, Chrisye, Peterpan, de el el J

Thanks For Reading. Please comment if you have any critics, suggestions, and/or advices. J



No comments:

Post a Comment