Kehidupan
Hidup.. bagaikan kapal di tengah samudra
Terombang ambing oleh gelombang
Kadang badai datang menerpa
Badai yang sangat hebat
Yang membuat kapal tersebut berantakan
Yang membuat awak awak kapal kerepotan
Yang membuat kapten kapal kebingungan
Yang membuat hilang harapan
Tetapi, ada saat nya juga
Matahari menyingsing
Dengan sinarnya yang berwarna kuning kemerahan
Elok nan indah bak warna kulit jeruk dan kulit pisang
Yang disatu padukan dengan rasa cinta
Yang dengan senantiasa menyinari bumi
Tanpa kenal lelah, dan tanpa pernah mengeluh
Hidup…
Yang bagaikan kapal itu…
Yang mempunyai awak awak kapal
Yang dapat disandingkan dengan manusia manusia penghuni bumi
Kadang kala, mereka senang dengan suatu kebaikan
Kadang kala juga, mereka malah mengeluh
Dikarenakan telah diberi badai
Badai yang tak seberapa
Jika dibandingkan
Dengan yang dialami semut semut
Yang mencari makan ditengah hutan
Dengan tubuh sekecil itu
Mereka tetap berusaha mencari makan
Walaupun dengan rasa takut akan pemangsa pemangsa semut
Tetapi mereka tetap berusaha
Manusia yang mengeluh
Bak seekor kupu kupu
Kupu kupu nan indah lagi rupawan
Dengan sayapnya yang berwarna warni
Antena nya yang mempunya 2 cabang
Yang menampakkan keindahan dan keelokkannya
Sedang terperangkap
Di jaring laba laba
Manusia yang mengeluh
Akan menjadi santapan
Bagi manusia yang mempunyai rasa syukur dan motivasi
Mereka bagaikan seekor singa
Yang sedang mengintai mangsanya
Di kegelapan malam
Di padang rumput
Nan luas serata indah, lagi gelap gulita
Manusia yang terlarut dalam kesedihan yang terlalu jauh
Bak kertas yang dicelupkan ke air
Basah karena air yang membasahinya
Rapuh…
Yang dengan sekali sentuh saja, bisa merobekkan kertas itu
Yang tidak akan bisa kering, tanpa merobekkan sang kertas itu sendiri
Bagaimana dengan manusia
Yang terlalu larut dengan kesenangannya?
Mereka selalu berjalan
Bak sepucuk daun
Yang diterbangkan oleh angin
Yang tidak tau kemana arah tujuannya
Dan berakhir di angin topan
Yang membinasakan sekitarnya
Mereka hanya mengikuti
Nafsu nafsu yang tidak jelas
Nafsu nafsu yang mereka elu elu kan
Nafsu nafsu yang mereka bangga bangga kan
Nafsu nafsu yang menggambarkan keindahan pemandangan dari atas tebing
Tanpa menyadari dia telah berada di ujung tebing
Pada akhirnya
Hanya dengan dorongan kecil
Yang dihasilkan oleh angin pun
Manusia itu akan jatuh
Tanpa menyadari dirinya sedang jatuh
Mereka terlalu menikmati keindahan pemandangan
Dan lalai akan dirinya sendiri
No comments:
Post a Comment