Aku… berjalan di suatu lorong
Menemui 2 jalan
Suatu pilihan..
Yang tak mudah bagiku
Kedua pilihan itu
Bagaikan air dan api
Jika aku memilih air
Maka dengan mudahnya
Api akan meluapkannya
Sehingga yang tersisa
Hanyalah memori keberadaan
Namun..
Jika aku memilih api…
Maka
Dengan mudahnya
Air akan mematikanku
Membuat ombak besar
Yang dapat membuat api itu
Hanya tersisa asap
Jika aku memilih keduanya
Maka diri ini
Bagaikan sepotong daging
Yang dimasak di bejana
Dengan api yang sangat panas
Ditemani air yang mendidih
Yang akan mematangkan
Bagian bagian dari setiap daging itu
Jika aku tidak memilih keduanya
Maka
Mereka akan tetap menghampiriku
Bahkan
Sang air akan meminta gempa
Untuk membuat tsunami
Sedangkan sang api
Akan meminta bantuan angin
Untuk membuat dirinya besar dan berkobar
Mereka akan mengejarku
Layaknya singa
Sedang berburu mangsanya
Dipadang rumput nan tandus
Apa yang harus kulakukan?
Alangkah indahnya
Jika aku tidak berjalan sendiri di lorong itu
Ada seseorang
Yang menemaniku
Yang jika aku memilih api
Maka dia akan meniupkan angin
Sehingga api itu menjadi menyala-nyala
Menguapkan air
Atau
Jika aku memilih air
Maka dia akan menggetarkan bumi
Membuatkan tsunami
Yang dapat menghanguskan
Panasnya api itu
Atau
Jika aku memilih keduanya
Maka dia senantiasa
Menjadi pelindung
Dari panasnya api dan air itu
Yang bisa mematangkan daging
Atau
Jika aku tidak memilih keduanya
Maka dia
Akan berlari bersamaku
Mencari tempat persembunyian
Dimana air dan api
Tidak akan mampu untuk menjamahnya
Tapi
Semua itu hanya ada
Di benak ini
Saat ini
Aku bagaikan
Manusia yang
Tengah mabuk
Berjalan di tepi jurang
Bingung apa yang harus dilakukannya
Bertanya Tanya dalam pikirannya
“Apa yang harus kulakukan??”
Bukan
“Apa yang ingin kulakukan??”
No comments:
Post a Comment