Pages

10/17/2011

Pilihan

Aku… berjalan di suatu lorong

Menemui 2 jalan

Suatu pilihan..

Yang tak mudah bagiku

Kedua pilihan itu

Bagaikan air dan api

Jika aku memilih air

Maka dengan mudahnya

Api akan meluapkannya

Sehingga yang tersisa

Hanyalah memori keberadaan

Namun..

Jika aku memilih api…

Maka

Dengan mudahnya

Air akan mematikanku

Membuat ombak besar

Yang dapat membuat api itu

Hanya tersisa asap

Jika aku memilih keduanya

Maka diri ini

Bagaikan sepotong daging

Yang dimasak di bejana

Dengan api yang sangat panas

Ditemani air yang mendidih

Yang akan mematangkan

Bagian bagian dari setiap daging itu

Jika aku tidak memilih keduanya

Maka

Mereka akan tetap menghampiriku

Bahkan

Sang air akan meminta gempa

Untuk membuat tsunami

Sedangkan sang api

Akan meminta bantuan angin

Untuk membuat dirinya besar dan berkobar

Mereka akan mengejarku

Layaknya singa

Sedang berburu mangsanya

Dipadang rumput nan tandus

Apa yang harus kulakukan?

Alangkah indahnya

Jika aku tidak berjalan sendiri di lorong itu

Ada seseorang

Yang menemaniku

Yang jika aku memilih api

Maka dia akan meniupkan angin

Sehingga api itu menjadi menyala-nyala

Menguapkan air

Atau

Jika aku memilih air

Maka dia akan menggetarkan bumi

Membuatkan tsunami

Yang dapat menghanguskan

Panasnya api itu

Atau

Jika aku memilih keduanya

Maka dia senantiasa

Menjadi pelindung

Dari panasnya api dan air itu

Yang bisa mematangkan daging

Atau

Jika aku tidak memilih keduanya

Maka dia

Akan berlari bersamaku

Mencari tempat persembunyian

Dimana air dan api

Tidak akan mampu untuk menjamahnya

Tapi

Semua itu hanya ada

Di benak ini

Saat ini

Aku bagaikan

Manusia yang

Tengah mabuk

Berjalan di tepi jurang

Bingung apa yang harus dilakukannya

Bertanya Tanya dalam pikirannya

“Apa yang harus kulakukan??”

Bukan

“Apa yang ingin kulakukan??”

No comments:

Post a Comment